MUDIK, Momen Yang Dinanti dan Ditakuti




Apa yang ada di dalam benak kamu ketika mendengar kata MUDIK? Tentu yang terbersit dibenak kamu adalah Pulang kampung. Ya, Mudik identik dengan pulang ke kampung bagi mereka-mereka yang sudah meningalkan kampung halamannya demi menggapai cita-cita. Baik itu di ibukota atau di luar negeri. Banyak alasan kenapa mereka hijrah dari kampung halaman ke kota atau luar negeri. Salah satunya tentu ingin bekerja. Atau juga mencari pengalaman meranta. Atau ada juga yang meninggalkan kampung halaman karena bosan hidup di kampung terus dan pingin merasakan sensasi merantau. Namun, setelah merantau, muncul rasa rindu akan kampung halaman begitu besar. Sehingga terjadilah gejolak rasa rindu akan kampung halaman yang dilampiaskan saat hendak MUDIK. MUDIK adalah momen yang sangat dinanti-nantikan oleh perantau.

MUDIK identik dengan perayaan hari-hari besar. Baik itu hari Raya Idul Fitri, Natal, Imlek, Kuningan atau Galungan atau perayaan-perayaan hari besar seluruh umat beragama lainnya. Karena, merayakan hari besar kumpul bersama keluarga adalah momen yang precisius sekali. Karena, pada momen tersebutlah semua sanak saudara berusaha atau mengusahakan untuk kembali ke kampung alias mudik. 



Tidak terkecuali gue. Selalu menyempatkan mudik setiap perayaan Natal atau pergantian tahun di kampung halaman. Meski ritual tersebut tidak bisa gue lakukan setiap tahunnya dikarenakan sudah berkeluarga dan memiliki rencana-rencana liburan lainnya. Namun, momen MUDIK menjadi momen yang sangat berharga plus berkesan bagi gue. Bisa berkumpul bersama sanak saudara, bertemu dengan teman-teman lama dan juga bisa menjejali kuliner khas kota kelahiran.

MUDIK = TEROR


Banyak cerita-cerita menarik yang berhubungan dengan mudik yang gue dapat dari teman-teman perantau. Ada yang menganggap mudik sama dengan TEROR yang menakutkan. Hmm, kenapa begitu? Biasanya, mereka yang enggan mudik dikarenakan ada tuntutan atau kewajiban dari keluarga yang belum mereka penuhi. Salah satunya MENIKAH. Apalagi usia mereka sudah layak untuk memiliki pendamping namun mereka masih betah single alias hidup melajang.
                  “Gue malas mudik. Bagi gue, MUDIK itu kayak TEROR. Setiap saat menghantui hidup gue. Makanya, gue jarang mudik saat lebaran karena malas bertemu keluarga.” Kata teman gue yang single di usia yang sudah hamper kepala 4.
Ada juga celoteh teman yang lainnya yang menurut gue 11-12 dengan alasan teman yang sebelumnya.
                  “Wong, gue belum mau menikah kok didesak terus sih? Itu sebabnya momen Lebaran selalu menjadi momok dalam hidup gue. Kalau tidak mudik ntar dikiran anak durhaka. Kalau mudik, wuihhh, rentetan pertanyaan,”kapan nikah bikin pengen cepat-cepat meningalkan kampung halaman.” ucap sobat gue dengan ekspresi meletup-letup.

BACA JUGA: MAKNA MAAF-MAAFAN SAAT LEBARAN

Ada juga yang beranggapan kalau mudik sama dengan menyediakan stok uang yang banyak
                  “Gue malas mudik karena sering dimintain uang. Dikirannya gue BANK berjalan kali ye?” teman yang lain membuka obrolan. “Mereka nggak tau apa kalo gue di Jakarta hidupnya pas-pasan? Dikirannya hidup gue mapan dan duit gue sudah tidak berseri kali ye..”lanjutnya dengan umpatan tak kalah pedas. “Makanya, kalo pun gue mau mudik, gue harus menyediakan uang yang ekstra lebih untuk bersedekah ke sanak saudara yang suka minta minta gitu.Mungkin mereka mengira gue sinterklas ya.” Lanjutnya kesal.

MUDIK = REUNI

Namun, selain keluhan seperti mereka, teman gue yang lain justru menunggu momen mudik, Karena bisa berbagi ke sanak saudara. “Gue kan sudah lama tidak bertemu dengan mereka. Jadi, tidak ada salahnya kan kalau gue berbagi bagi rezeki. Meski nilainya tidak seberapa, namun bagi mereka itu sudah berkat.” Ucapnya bijak.
Ada juga yang menanti-nantikan momen mudik karena rindu makanan khas kampung sendiri.”Kalau sudah mudik, berat badan gue pasti melonjak drahtis. Soalnya semua makanan dan jajanan yang ada di kampung enak-enak. Sayang kalau tidak dicicipi. Kan mudiknya tidak setiap tahun,” katanya memberi alasan.

Hmm, begitu beragam pengalaman tentang mudik bukan? Tentu kamu juga punya kisah tersendiri dengan momen mudik kamu? Atau jangan-jangan kamu termasuk orang yang TIDAK MUDIK, dikarenakan tidak punya kampung halaman? Hmmm… sayang bener. Karena kamu tidak bisa merasakan momen-momen “sakral” saat mudik itu.

Punya, pengalaman seru tentang mudik? Berbagi cerita yuk!!!

Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....