Yuk, Lihat kota Bandung dari Bukit Moko

Hamparan cahaya lampu kota BAndung terlihat begitu jelas dari ketinggian 1500 di Bukit Moko


Sebenarnya nama Bukit Moko sudah cukup lama gue dengar, bahkan jauh sebelum bukit ini menjadi hits dikalangan orang-orang yang suka hunting tempat-instagramable. Tapi, untuk mengunjunginya selalu ada saja kendala. Padahal dulu gue sempat menjadi warga Bandung selama 6 tahun. Eh, justru setelah pindah dari kota Bandung, gue baru bisa datang dan menikmati keindahan kota Bandung dari ketinggian 1500 mdpl.

Bukit Moko terletak di Desa Cimenyan, Bandung. Untuk menuju kesana, kamu bisa melewati jalan Padasuka yang cenderung tanjakan hingga mencapai puncak bukit Moko. Ketika memasuki kawasan Padasuka, sebenarnya ada objek wisata yang tidak kalah menarik yang bisa kamu kunjungi, yaitu Saung Angklung Udjo. Tapi, untuk sementara abaikan yang satu itu ya. Fokus ke Bukit Moko.

Malam itu, gue dan teman-teman sebenarnya ingin menikmati sejuknya kota Bandung di kawasan Dago Pakar. Tapi, entah kenapa ada rasa jenuh berkunjung kesana. Mungkin sudah cukup sering mengunjungi kawasan tersebut sehingga tidak ada godaan besar untuk mengunjunginya lagi. Akhirnya kami mencari alternatif mencari destinasi bagus untuk dikunjungi di malam hari. Akhirnya, muncul ide ke Bukit Moko. Kami pun langsung tancap gas. 


Kami pergi ke Bukit Moko dengan mengendarai motor Matic. (Saran gue kalau mau ke Bukit Moko jangan pakai motor matic atau mobil matic juga.  Karena jalanan banyak yang tanjakan. Sedangkan Matic sulit menjangkau tanjakan yang terjal jika tidak dibantu dengan adegan dorong mendorong.)
Udara malam kota Bandung lumayan dingin. Suhu di pusat kota mencapai 22 drajat. Tapi, anehnya kami tidak membekali diri dengan pakaian yang bisa menghangatkan badan. Seperti malam itu, gue hanya pakai celana pendek, kemeja flannel dan rompi. Sangat tidak layak dipakai di tempat berudara dingin. Maklum lah, kami tidak punya planning berkunjung ke Bukit Moko. Tapi, karena cuma itu yang ada terpaksa dipakai seadanya.

 
WAKTU TERBAIK MENGUNJUNGI BUKIT MOKO

Sebenarnya lokasi Bukit Moko tidak terlalu jauh dari pusat kota Bandung. Mungkin sekitar 30 menit naik motor  bisa mencapainya. Melintasi kawasan tersebut kita melewati beberapa perumahan-perumahan di sekitaran Padasuka. Jadi, kamu tidak perlu ketakutan akan sepinya kawasan tersebut. Bahkan hingga mencapai puncak bukit sekalipun, kamu masih melihat rumah-rumah  penduduk. Sesekali saling bertegur sapa dengan warga setempat.
Bukit Moko sebenarnya hanyalah kawasan puncak tertinggi di kota Bandung. Dari sana kita bisa melihat hamparan luas kota Bandung yang dipadati rumah-rumah dan gedung-gedung. Jika berkunjung pada siang hari, kamu hanya disuguhkan landscape kota Bandung yang mirip kotak-kotak puzzle. Tapi, jika kamu datang pada sore menjelang malam hari, sensasinya bisa berbeda lagi. Kamu bisa melihat taburan cahaya lampu yang begitu amazing ditambah cahaya matahari di langit yang perlahan-lahan akan tenggelam. Indah sekali. 


Oleh karena itu, momen terbaik berkunjung ke Bukit Moko adalah disaat senja atau malam hari. Karena cahaya lampu-lampu terlihat dengan jelas menyinari kota Bandung. Ada juga yang bilang, best moment adalah subuh hari menjelang sunrise. Karena Kota Bandung  masih ditutupi kabut tebal di tambah taburan cahaya lampu yang masih menyalah dan dibantu dengan cahaya matahari yang malu-malu akan menampakkan sinarnya. Sensasi yang beda lagi, bukan?
Hanya saja, gue belum merasakan sensasinya di subuh hari. Maklum lah, selain mata masih ngantuk, gue juga tidak tahan udara yang sangat dingin jika nekad datang disubuh hari. Mungkin kamu bisa mencoba sensasi sunrise di Bukit Moko pada subuh hari.   

 
WARUNG DAWEUNG
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan Pe-er sekitar 30 menit lebih, gue dan teman-teman akhirnya tiba di puncak Bukit Moko pada pukul 22:00 WIB. Udara semakin dingin. Suhu mencapai 18 Drajat. Konon katanya, semakin larut suhu udara angkanya semakin mengecil alias semakin dingin. 


Motor kami parkirkan di depan Warung Daweung. Satu-satunya warung yang ada di puncak Bukit Moko. Dan kita harus masuk melalui Warung tersebut untuk melihat landscape keindahan kota Bandung.
Saat masuk dikenakan biaya retribusi sebesar Rp.25.000,- . Dan kita sudah mendapat makanan dan minuman sesuai selera (malam itu kami minta Wedang, Teh Panas, Pisang Goreng keju, Mie goreng dan sebagainya) Worth it lah untuk biaya segitu. 


Warung Daweung adalah sebuah warung yang namanya diambil dari bahasa Sunda yang punya arti warung melamum. Kenapa dinamakan warung melamun? Mungkin dulunya banyak penduduk setempat sering datang kesitu hanya sekedar duduk-duduk dan melamun. Oleh karena itu, sebutan Daweung atau melamun begitu melekat sehingga dijadikanlah warung tersebut Warung Daweung. Kalau dipikir-pikir lokasinya sangat asyik untuk melamun sih. Asal jangan datang kesitu saat patah hati. Ntar malah berbuat nekad.

TIPS JIKA HENDAK KE BUKIT MOKO
1.         Untuk mendapat best moment, sebaiknya datang sebelum matahari terbenam. Tapi, malam hari dan subuh hari juga menjadi recomendasi untuk mendapatkan momen terbaik juga.
2.         Pakai kendaraan yang layak. Sebaiknya hindari motor matic karena jalanan yang tanjakan dan masih banyak jalan yang rusak alias bebatuan. Tanjakan emmbuat motor matic sulit mendakinya.
3.         Pakai mobil juga harus yang bergarda tinggi. Hindari memakai mobil sedan atau ban ceper. Karena kasihan mobilnya akan berbenturan dengan bebatuan sepanjang perjalanan.
4.         Bawa jaket, kupluk, baju hangat atau pakaian yang bisa menangkal dingin.
5.         Datang beramai-ramai jauh lebih serung ketimbang sendirian.
6.         Jangan membuang sampah sembarangan ya. Jagalah kebersihan.

Comments

  1. Wuah bagus bgt.. mas ada spot foto2 juga gak disana ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada banyak kok... datang lah menjelang senja mungkin leih bagus... dan bnyk spot yg bgs jg..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....