Tentang Sebuah Dompet Yang Hilang (Part 1)





Ada pepatah yang mengatakan,”Impossible is Nothing ..” yang artinya, “Nggak ada yang mustahil..” Dan, kata-kata itu sepertinya sedang gue alami.

Sebenarnya gue mau cerita apa sih?

Baiklah…

Ceritanya begini…

Kamu tentu pernah mengalami saat-saat apes bukan? Ya, apes dalam arti kamu pernah kehilangan benda yang kamu sayangi. Ya, missal; hape, tas atau dompet. Atau benda berharga lainnya.

Gue pernah banget!

Gue pernah kehilangan hape, tas dan dompet. Dan benda tersebut hilang tak kembali. Hingga akhirnya, gue selalu berprinsip, kalau benda kita hilang, jangan harap lagi deh akan kembali lagi. Iklas kan meski dengan berat hati. Ya, kebanyakan sih nggak iklas. Justru menggerutu, menyumpah dan bahkan mengutuk orang yang mengambil benda kesayangan kita itu.

Dan…

Suatu kali,

Gue kehilangan dompet (lagi). Parahnya lagi, di dalam dompet itu  terdapat kartu-kartu sakti. Seperti kartu kredit (2 buah), SIM (A,C), STNK, KTP, Kartu ATM (BNI, BCA, MANDIRI) Kartu BPJS, Kartu NPWP dan beberapa kartu pendukung lainnya. Semua berharga karena berfungsi bagi hidup gue. Maka, kepanikan pun melanda jiwa raga. Gue memutar otak, dimaka kah hilangan dompet itu? Apakah tertinggal? Jatuh atau diambil orang?

Entahlah…

Yang jelas gue pulang ke rumah dengan kesedihan teramat sedih. Melebihi kesedihan usai nonton drama korea. (meski nggak pernah nonton film drama Korea.). Meski berat hati, gue pun harus mengiklaskan dompet gue yang hilang.
Kemudian, keesokan harinya mulai deh mengurus surat kehilangan. Mulai dari kantor polisi sampai ke bank-bank yang memfasilitasi ATM ke gue. Juga karu kredit. Ngurus KTP dll. Pokoknya semua deh…

Hari-hari gue pun mulai disibukkan dengan ngurus mengurus. Lu tahu sendiri kan, yang namanya ngurus-ngurus itu ribet. Birokrasinya jelimet dan bikin mumet. Belum lagi antrian yang panjangnya kayak main ular tangga. Yang dibutuhkan hanya kesabaran sampe menunggu giliran.

Hingga akhirnya….

Tanpa terasa 5 hari sudah gue kehilangan dompet. Dan proses urus mengurus sedang berlangsung. Gue pun sudah mengiklaskan dompet berserta isinya raib. Meski kekesalan masih juga ilang-ilang timbul dibenak ini.

Suatu Pagi…

Saat hendak ke luar rumah, Bini gue dihadang seorang perempuan berjilbab. Dia bertanya orang yang bernama (nama lengkap gue) beserta alamat rumah yang tertera di KTP. Bini gue sempat heran, siapa gerangan wanita berjilbab mencari suaminya? Selingkuhan kah?

                  “Ada perlu apa mbak? “
                  “Saya mau nyari alamat ini… “ ucapnya sambil menunjukkan KTP gue yang hilang.
                  “Iya, alamatnya disini dan itu rumahnya. Kenapa mbak?”
                  “Saya menemukan dompet dengan alamat ini.”

Seketika reaksi bini gue kayak nano-nano. Antara bingung, kaget, panik dan gembira. Gimana tidak, dompet yang sudha 5 hari menghilang akhirnya kembali. Bini gue berteriak-teriak memanggil gue. Gue yang lagi asyik nonton tv di rumah pun ikut bingung.

                  “Bang, sini bentar. Ada yang nyariiin.” Teriaknya.

Gue pun langsung turun dan keluar dari rumah. Gue lihat bini sedang ngobrol serus dengan perempuan.

                  “Dia menemukan dompet kamu.” Ucapnya.

HA?????
                  “Iya, pak.. ini dompetnya. Saya dapat dipinggir jalan…….”

HA????

Jujur gue masih nggak percaya dan masih bengong kayak orang bego. Dompet gue yang hilang ada di depan mata gue. Dompet terima dan gue periksa isinya. Meski duit yang jumlahnya sekitar 400 rb tidak ada di dalamnya, namun semua surat-surat berharga itu masih utuh. Bagi gue, itu lebih penting ketimbang uang 400 ribu.  Karena kebayangkan kalau ngurus-ngurus semua kartu sakti itu membutuhkan biaya yang lumayan gede.

Entah gimana caranya gue mau ngucapin terimakasih ke perempuan tersebut. Bahkan, ketika hendak diberi uang tanda terimakasih pun dia tidak mau.

                  “Nggak usah pak, saya tidak meminta uang. Saya mau mengembalikan dompet bapak saja. Saya yakin pasti bapak sangat kehilangan,” ucapnya dengan kata-kata bijak meski wajah dan usianya masih terlihat anak kuliahan.

Ya Tuhan, ternyata masih ada orang yang baik hati di dunia ini. Padahal gue sempat pesimis dan menganggap dompet gue yang hilang tidak akan mungkin kembali lagi. Impossible! Ternyata Tuhan berkata lain. Bahwa Nothing is  Impossible. Semua akan bisa terjadi jika kita percaya padaNya.

Terimakasih ya Tuhan, semoga perempuan itu Engkau limpahkan rezekinya.

Tunggu kisah Kehilangan Dompet Bagian kedua ya….



Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....