Yuk, Melihat Lebih Dekat Hutan Bambu, Keputih, Surabaya




            Nggak perlu repot-repot buka peta untuk bisa mengunjungi tempat ini. Cukup order Ojek Online, pilih nama tujuan Anda, maka langsung deh nama lokasi yang hendak dituju muncul.

Begitulah yang gue lakukan setiap kali traveling. Tidak perlu nyewa mobil lagi atau minta bantuan teman atau orang lain untuk menuju objek wisata yang diinginkan. Cukup menggunakan jasa ojek online (Ojol) atau go car atau sejenisnya. Kemana pun tujuan kamu, selagi masih dalam jangkauan (on map) pasti akan diantar. Begitu juga ketika gue ingin mengunjungi Hutan Bambu Keputih Surabaya beberapa waktu lalu. Dari hotel tempat gue menginap di kawasan Balai Kota, gue hanya memesan Ojol saja, ngak beberapa lama datang deh si ojol ke hotel menjemput.

Asyiknya lagi, dengan menggunakan Gopay, ongkosnya jadi lebih murah ketimbang bayar cash. Ya, sekitar Rp.11.000-an gitu deh. Padahal setelah naik Ojek terasa banget lokasinya lumayan jauh dari tempat gue nginap. Tapi, karena gue dibonceng, ya, gue cuma bisa duduk manis saja. Sesekali ngobrol-ngobrol sama si abang Ojek. 


Baiklah, sekarang gue mau berkisah tentang perjalanan gue menuju Hutan Bambu Keputih. Sebenarnya nggak terbersit keinginan untuk mengunjungi lokasi tersebut. Tapi, ketika sedang iseng meng-googling objek wisata di Surabaya, eh muncul nama Hutan bambu keputih. Gue lihat juga foto-foto yang terpajang di sosmed cukup bagus-bagus, sehingga membuat gue penasaran seperti apa sih bagusnya. Ya, maklum, foto terkadang suka berbohong kan?? Ada lokasi yang sangat fotogenik. Setiap sudut lokasi di foto pasti hasilnya bagus dan membuat orang yang melihat berdecak kagum karena amazing. Apalagi setelah di posting di sosmed dan dibumbuhi dengan caption-caption yang membuat kita semakin penasaran ingin datang kesana.

Ya, gitu deh…



Setelah hampir 30 menit diboncengan dengan suhu udara Surabaya yang saat itu super dupper panasnya (34 drajat), gue pun tiba di Hutan Bambu Keputihan. Sempat bengong juga melihat kondisi Hutan Bambu yang diluar ekspektasi. Meski beberapa keterangan menjelaskan kalau hutan Bambu ini sebenarnya adalah lokasi TPA (Tempat Pembuangan Akhir) ya, dulu tempat membuangan sampah. NAmun, lokasi tersebut akhirnya di “suplap” oleh walikota Surabaya, Ibu Risma. (salut gue dengan ide si ibu Walikota. Cerdas!)

Karena musim kemarau panjang, pohon-pohon bambu yang ditanami di lahan seluas kurang lebih 2.2 hektar itu tampak mongering dan daun-daunnya pun menguning. Tapi, justru jadi lebih menarik kalau di foto. Efek daun-daun kering meimbulkan kesan lebih dramatis kalau di foto.

            Suasana siang itu tidak terlalu dipadati pengunjung. Konon kata si penjaga parkir, kalau weekend banyak orang berkunjung kesini. Mulai dari keluarga, segerombolan anak muda. Anak-anak dan orang yang sedang pacaran. Meski hanya dipenuhi pohon-pohon bambu, Namun lokasi ini menjadi lokasi yang instagramable bagi penggila sosmed. Banyak orang datang hanya sekedar ingin foto-foto doang.  Bahkan, ada yang khusus datang kesitu untuk foto Pre-wedding. Ya, seperti gue. Meski tujuannya bukan untuk foto narsis, melainkan penasaran dengan wujud Hutan Bambu ini. Tapi, tetap saja harus ber selfie ria. Ya, not bad lahh…  Karena, dalam benak gue, Hutan Bambu ini mirip seperti Hutan Bambu yang ada di Desa Panglipuran yang ada di Bali. Ternyata jauh berbeda. Meski sama-sama mendapat julukan Hutan Bambu, Namun, Hutan Bambu di Keputih ini hanya sekedar Hutan Bambu yang menggantikan posisi TPA yang terkesan jorok, kumuh dan menjijikan, justru kini menjadi lokasi yang ramai dikunjungi orang. 




            Tidak sulit menemukan lokasi Hutan Bambu ini, karena letaknya bersebelahan dengan Taman Harmoni. Juga           berada di Belakang RS. Bersalin Putri. Berbeda dengan Hutan bamboo, luas Taman harmoni jauh lebih lebar, sekitar 8.6 hektar. Karena di Taman Harmoni juga terdapat sarana bermain untuk anak-anak. Kalau di Hutan Bambu hanya terdapat beberapa tempat duduk yang terbuat dari kayu saja. 



APA YANG PERLU DIPERSIAPKAN JIKA DATANG KESINI?

1.         Kamera
2.         Hape berkamera
3.         Gopro
4.         Tongsis
5.         Tripod
6.         Power Bank (wanti-wanti kalo batere habis)
7.         Cemilan (makanan ringan atau berat plus minuman)
8.         Bawa teman. Wajib! Karena kalo nggak ada teman susah mau foto-foto. Minta tolong ke orang akan menghambat kamu bergaya atau narsis.
9.         Bawa beberapa perlengkapan untuk gonta ganti kostum. Kalau kamu memang benar-benar niat foto-foto dengan latar belakang Hutan bamboo.
10.   BAWA KEMBALI SAMPAH bekas makanan dan minuman. Ingat, Jangan tinggalkan sampah Anda. Atau buang sampah pada tempat yang telah disediakan. Biar lokasi Hutan Bambu tetap bersih dan lestari. Ok..


Tiket Masuk                 : Gratis
Tiket Parkir Motor        : Rp.2000
Tiket Parkir Mobil        : Rp.5000


Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....