Ada Apa di Air Terjun Coban Pelangi, Malang?




            Selesai mendaki dan explore kawasan wisata di Bromo, gue melanjutkan perjalanan mengeksplore Air Terjun Coban Pelangi. Awalnya sempat ragu karena badan sudah terlalu letih, karena sejak jam 2 subuh gue dan rekan-rekan sudah wake up dan dijemput di penginapan. Meski rasa kantuk masih menghantui, namun, kami harus memulai perjalanan ke Gunung Bromo.dan sekitarnya naik HardTop.Wajar kalau rasa lelah mulai menyerang.

“Mau explore Air Terjun Coban gak?” tanya mas Adi si pengemudi Hardtop.   
Setelah diam sejenak, gue dan rekan-rekan pun menyanggupi tawaran tersebut. Mumpung lagi di kawasan bromo, kenapa tidak sekalian di explore. Hardtop pun melaju menuju lokasi.

Air Terjun Coban Pelangi terletak di desa Gubukklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dari kota malang jaraknya sekitar 30 km ke arah timur, Air Terjun Coban Pelangi berara pada ketinggian 1299,5 m dpl, dan masih termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Bromo tengger Semeru. Jadi, lokasi air terjun ini masih di kelol oleh Perum perhutani KPH Malang. 



Hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari lokasi Bukit teletubies, kami sudah tiba di pintu gerbang Air Terjun. Pagi itu (sekitar jam 10-an), pengunjung masih tidak begitu ramai, sehingga kami masih bisa bersantai-santai sejenak sebelum memlai menuruni anak tangga hingga mencapai Dasar Air terjun.  Kami juga menyempatkan diri mengisi perut sambil menyantaop gorengan yang ada di warung yang ada di sekitar area pintu masuk. Lumayan, gorengnya masih panas (fresh from the Wajan) Ada pisang goring, bakwan dan Tahu. Gue memilih pisang goring dan bakwan saja. Rasanya nampol banget mengganjal perut yang sejak pagi belum terisi makanan.

            Setelah mengisi perut dan merenggangkan kaki, Kami pun memulai menelusuran. Untungnya, jalan menuju air terjun dikelilingi pepohonan nan rindang sehingga sengatan matahari terhalang olehnya. Lagi-lagi kami cukup berjalan santai mengikuti jalan setapak. Bahkan, ketika bertemu dengan warung yang menjual gorengan, lagi-lagi kami tergoda untuk menyantapnya. Ya, gue emang suka pisang goreng. Berhenti sejenak, makan pisang goreng sambil minum kopi yang ampasnya terlalu banyak, buuuu..!!!

Perjalanan di lanjutkan kembali….

KENAPA COBAN PELANGI?


Pertanyaan banyak pengunjung akan nama air terjun tersebut. Kenapa COBAN PELANGI?? Ternyata memiliki arti tersendiri juga. Menurut pengawas air terjun, hampir setiap hari, disekitaran air terjun tampak pelangi yang begitu indah. Apalagi pada pukul 10:00 hingga 14:00. Kesempatan untuk melihat momen langka itu bisa terjadi di Coban Pelangi. Oleh karena itu disarankan datang berkunjung pada jam-jam terntu. Tapi, kalau pada saat jam tersbeut Anda datang dan tidak melihat adanya pelangi, ya mungkin pelanginya sudah hingga di mata orang lain. Seperti lagu Jamrud,”Ada pelangi, di matamu… Bla..bla..bla…”

Tapi, pagi gue, ada tidak adanya pelangi, air terjun itu tetap memiliki keindahan yang sulit dilukiskan. Sama seperti air terjun lainnya, selalu menyimpan misteri yang sulit dipecahkan.

30 MENIT KEMUDIAN


            Sebenarnya, berjalan kaki tanpa henti selama 30 menit, mungkin kamu akan langsung tiba di bawah kaki air terjun. Tapi, sebenarnya, patokan waktu tidak bisa dipukul rata. Buktinya, teman gue bisa mencapai lokasi 30 menit kurang. Sementara gue, hampir satu jam baru tiba di lokasi air terjun. Ya, karena, sepanjang perjalanan, mata gue tidak pernah lepas dari membidik momen-momen da spot-spot  yang menurut gue bagus. Tidak perlu terburu-buru untuk tiba di Air terjun, sejauh kamu bisa menikmati momen menuju kesana, nikmatilah…Toh, tidak ada yang dikejar bukan?


APA YANG HARUS DIBAWA?



Pertanyaan tersebut juga datang dari beberapa teman-teman yang penasaran melihat video dan foto-foto gue saat ke Coba Pelangi. Sebenarnya, tidak ada yang perlu di bawa selain semangat dan fisik yang prima. Kalau fisik kamu letoy, boro-boro nyampe lokasi, melihat jalannya yang berliku kamu pasti langsung give up!

Jadi, nggak usah bawa beban yang berat-berat, karena beban hidupmu mungkin sudah cukup berat. Hanya saja, disarankan membawa air minum agar tidak dehidrasi saat berjalan kaki. Pakai alas kaki yang layak dipakai. Jangan pake high heels atau wedge atau pakai sandai jepit. Itus ama dengan Anda membebani hidup Anda. Yang wajar-wajar saja. Pakai sepatu sport karena akan memudahkan kamu melangkah.
Karena, kejadian saat melihat ada cewek-cewek pergi ke air terjun pakai sepatu flat shoes. Yang ada tali tali sepatunya copot karena tidak kuasa menahan beban di kaki si empunya. Akhirnya mereka nyeker sampai  ke air terjun dan kembali naik ke atas kaki pada luka-luka. Makanya, jangan sok cantik kalau adventure ya neng!

Selain itu, untuk menjaga keselamatan perangkat smartphone Anda, bawalah penutup kamera, hape dan benda-benda elektronik lainnya. Karena, ciptaran air terjun bisa mencapai dimana anda berdiri. Tergantung arah angin berehembus. tetap waspadai benda kesayangan Anda. 

BAWA KEMBALI SAMPAH ANDA


            Tidak ada larangan membawa makanan berat (nasi dan lauk pauknya). Ya siapa tahu anda dan teman-teman pengen piknik di bawah air terjun. Boleh-boleh saja. Hanya, selesai makan dan minum dengan aneka bawaan kalian, sampah-sampahnya jangan di tinggal. Buanglah sampah pada tempatnya. Jangan dibuang begitu saja. Kalau ada tempat sampah masukkan ke dalamnya. Kalau tidak menemukan tempat sampah, ya, sampah-sampah anda bawa kembali ke atas. Tapi, nggak perlu sampai ke atas kok. Karena banyak tempat sampah yang disediakan di hampir sepanjang perjalanan.
Jadilah petualang atau traveler yang PINTAR dengan menjaga kebersihan, menjaga lingkungan, menjaga kelestarian alam dengan TANPA mencoret-coret dinding bebatuan yang ada di sekitar objek wisata. Karena, kelestarian alam tanggung jawab kita bersama. Oke broh!!!


Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....