(Masih) Tentang Dompet Yang Hilang Part 2







Cerita tentang dompet gue yang hilang tapi akhirnya bisa kembali lagi ke tangan gue, itu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi gue. Dulu gue sering beranggapan  kalau Nothing is Impossible itu ya BULSHIT!  Ternyata gue keliru. Apa yang tidak yakini justru menjadi nyata. Gue semakin menyadari kalau kebaikan yang kita tabur akan membuahkan kebaikan juga, Meski tidak pada waktu yang bersamaan.

Lalu...

Gue pun punya cerita tentang dompet yang hilang lagi..

Waktu itu, gue sedang traveling ke Malang via Surabaya. Sempat nginap satu malam di Surabaya. Selama di Surabaya gue mengeksplore beberapa lokasi wisata yang menurut gue menarik untuk dikunjungi. Salah satunya Hutan Bambu. Penasaran seperti apa tempatnya, gue pun langsung kesana. Tiba di lokasi, tidak ada yang terlalu istimewa dengan tempat ini. Hanya saja, mumpung sudah berada di lokasi, gue pun mengabadikan beberapa foto dari berbagai sudut. Kebetulan di lokasi pengunjung tidak terlalu ramai, hanya beberapa orang pengunjung saja. Jadi gue bebas foto-foto tanpa banyak hambatan munculnya kepala orang di frame kamera.  

 
Setelah foto-foto, gue pun beristirahat sejenak di sebuah kursi yang ada di tengah-tengah hutan bambu. Eh, pas duduk, gue melihat sebuah dompet hitam. Hmmm... Gue langsung mengambil dompet tersebut lalu mencari orang yang ada yang masih di kawasan tersebut. Mennayakan apakah mereka kehilangan dompet? Ternyata jawabannya tidak. 

Sempat nunggu beberapa saat dan menanyakan dengan beberapa orang yang juga ada disitu, namun jawaban mereka Tidak.  Bingung, mau meninggalkan dompet begitu saja atau dibawa. 

Akhirnya dompet gue bawa tanpa gue buka isinya. 

Tiba di hotel, gue membuka isinya, ternyata pemiliknya perempuan. Padahal wujud dompetnya kayak dompet laki-laki. Di dalam dompet terdapat SIM A/C, STNK, Kartu ATM, Kartu Mahasiswa dan kartu-kartu penting lainnya.  Ada uang beberapa ratus ribu dan dollar ada satu lembar. Dompet ini milik anak kuliahan. di kartu pengenal usianya juga mash tergolong muda, kelahiran tahun 1996. Gue yakin, orang yang kehilangan dompet sangat panik. sama persis ketika gue mengalami kehilangan.
Gue mencoba mencari nomer yang bisa dihubungi, tapi tidak ada. Cek alamat di kartu pengenal ternyata lokasinya cukup jauh dari tempat gue menginap. Tapi gue tetap berusaha mencari akal untuk menghubungi pemilik dompet ini. 
 
Mikir beberapa saat, bagaimana caranya agar bisa berkomunikasi dengan orang tersebut sementara nomer yang bisa dihubungi tidak ada...
 
Hingga menjelang sore...
 
Gue punya ide dengan mencari nama yang tertera di tanda pengenal di akun FB, Twitter atau Instagram. karena gue yakin, hari gini semua orang pasti punya akun sosmed. 
Lalu, gue mulai searching. Eh, ternyata ada banyak nama yang sama. tapi, perlahan-lahan gue perhatikan foto profil dan menyocokkan dengan foto yang ada di kartu pengenalnya. Setelah merasa yakin, gue mencoba dirrect messege ke orang tersebut via FB. Isisnya begini," Apakah kamu kehilangan dompet?" Tapi tidak ada jawaban. nyoba di twitter eh gak aktif. kemudian di instagram. Sambil menunggu harap-harap cemas. soalnya, besok gue sudah cabut dari Surabaya menuju Malang. berarti kalau tidak ketemu sama pemilik dompet, terpaksa dompet tersebut gue bawa. 

Ketika sedang tidur-tiduran karena badan terasa lelah, terdengan suara pesan masuk di hape. eh ternyata ada balasan dari DM instagram. "Benar, saya kehilangan dompet. Apakah Anda melihat dompet saya?" 
 Mendapat respon dari si pemilik dompet, gue langsung senang dan membalas pesannya lagi. "Saya menemukan dompet kamu di Hutan Bambu. Sekarang saya berada di hotel bla..bla..bla.. dan kalau bisa ambil di hotel ya. Dan ini nomer telepon saya.." 
  
Gue yakin si pemilik dompet kegirangan setengah mati. Karena dompetnya akhirnya ketemu. Bahkan dia sampai menulis begini, "Terimakasih mas... terimakasih. Aduh, nggak tau deh bagaimana senangnya saya. Saya sudah sempat putus asa dan stress karena dompet hilang. Sekarang saya menunju Hotel mas ya..."

 
Satu jam kemudian, seorang cewek berperawakan tomboy datang ke hotel bersama teman kuliahnya. Dia mengirim pesan lewat WA,"Mas, saya sudah di lobby." gue langsung turun ke lobby dan bertemu sama pemilik dompet. Wajahnya begitu panik campur gembira. Dia menyalami dengan tangan gemetar." Saya nggak tahu harus berterimakasih gimana lagi dengan mas. Saya tidak menyangka ternyata masih ada orang baik di dunia ini seperti mas." 

Kata-kata itu pernah gue ucapkan ketika seorang perempuan berhijab menemukan dompet gue yang hilang. Dan gue senang bisa bertemu dengan si pemilik dompet.

"Isi dompetnya masih utuh ya..." candaku.  Dia pun tersenyum bahagia. Kemudian, sebelum pamitan pergi, dia memberikan aku hadiah  Bolu PATATA, oleh-oleh khas Surabaya. Padahal gue tidak meminta imbalan apa pun. Bahkan gue sempat menolak namun dia terus mendesak," Nggak apa-apa mas. Ini wujud terimakasih saya karena mas sudah baik pada saya.."

Dan, gue pun menerima bolu PATATA yang ternyata ENAK banget.....

Ya, begitulah, kisah dompet yang hilang yang memiliki pesan moral yang tinggi. Jika kita berbuat baik, percayalah, kebaikan itu pasti akan datang pada kita. Jangan pernah Bosan berbuat baik. Dan, jangan pernah AMBIL yang bukan HAK kamu. Karena dibalik kebahagiaan yang kita rasakan, disitu ada derita orang lain. Karma never sleep. 

Do good and good will come to you... 








Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....