INI BUKAN APRIL MOP, TAPI EMANG LAGI APES


Foto: Google image


Biasanya, setiap tanggal 1 April, gue sering banget ngerjain teman-teman dengan berbagai macam strategi yang membuat orang yang dikerjain SHOCK atau marah-marah atau panik atau apalah itu. Setelah itu, biasanya, gue langsung bilang,
” KAMU KENA APRIL MOP!!!. 

Setelah dipikir-pikir, ngerjain orang dengan embel-embel “April Mop” itu nggak ada faedahnya dan basi banget, ya. Gara-gara dikerjain, bikin teman kesal atau marah dan tragisnya lagi sampai nangis bombay lalu mogok bicara dengan gue dan orang yang ngerjain lainnya.

Kemaren,

Bertepatan dengan 1 April, kebetulan  juga dengan Hari Raya Paskah, pulang dari Gereja, gue dan istri pergi ke sebuah resto untuk Easter Lunch. Ya, biasalah, sok sok romantis gitu pake acara lunch after church.  Kami pergi ek sebuah Mall.

Siang itu, suasana Mall memang cukup ramai pakai banget. Untuk naik eskalator saja pake ngantri dan desak-desakan. Tentu bikin gue was-was. Suasana tidak kondusif begini sering dimanfaatin para “pelaku tangan panjang alias copet.” Entah kenapa feeling gue langsung nggak enak.  
                  “Awas tasmu..” bisik gue ke bini.
Kemudian, bini membetulkan posisi tasnya yang talinya cukup panjang sehingga kalau digantung di pundak Posisi tas masih cukup leluasa para copet beraksi menggerayangi.

Tiba di resto langganan, siang itu kami makan steak. Tapi, gue lebih memilih salmon ketimbang daging. Ya, lagi mengurangi konsumsi daging. Karena lemak-lemak di tubuh ini sudah menjijikkan kalau dilihat secara kasat mata. Oleh karena itu, gue mencoba untuk tahan nafsu untuk tidak mengkonsumsi karbo dan daging. Kata ibu Susi, makan ikan lebih baik. Dan gue turuti deh apa kata beliau. Ketimbang gue di tenggelamkan..…

Hmm, nggak ada hubungannya sih cerita ini dengan dengan lemak dan ikan.

                  Selesai makan, kami meninggalkan resto (oiya, sebelumnya, kami  sempat juga ding foto-foto ala-ala selebgram. Foto makanan dulu sebelum dimakan. Bukan berdoa dulu ya…) Kemudian, tidak ada planning lain. Apalagi suasana siang itu tumpah ruah banget. Dan, setelah diselidiki dengan nanya security, ternyata siang itu ada beberapa artis datang mengadakan meet and greet sekaligus nonton bareng  dilm yang sedang tayang saat itu.

Hmm.. makin jadi ilfil deh lihat ramenya. Kami buru-buru pengen ke luar dari mall.

Pas turun pake eskalator, lagi-lagi suasana di eskalator padat merayap. Dan apesnya, saat hendak turun, hape gue berdering dan kebetulan abang gue menelpon untuk urusan yang penting. Berhubung bini keburu di tangga eskalator, dia turun duluan dan gue urungkan turun dan fokus menerima telpon. Tapi, sambil menerima telpon, gue masih melihat bini di apit 2 orang cewek berjilbab di belakangnya dan 2 orang cowok di depannya. Posisinya benar-benar kalayk film DKI deh. Maju Kena Mundur Kena. Dan, menurut dugaan gue, mereka itu sekelompotan manusia-manusia bertangan panjang alias copet.

Pulang dari Mall langsung ke rumah. Tapi, sebelum nyampe rumah, singgah bentar ke sebuah toko baju dan bini mau beli baju katanya. Kami masih belum merasakan hal-hal yang ganjil. Sampai akhirnya, saat hendak transaksi, dengan wajah panik bini nanya ke gue,
                  “Dompetku mana?”
                  “Mana ketehek.. Emang aku pegang, apa?”
                  “Kok, nggak ada ya?”
                  “Dimana kamu tarok?”
                  “Ya, di dalam tas….Tapi kok nggak ada?”

Hmm.. langsung deh pikiran gue tertuju pada saat dia di pepet saat di eskalator.
                  “Pasti kamu dicopet saat turun eskalator.”
                  “Tapi, aku kok nggak terasa, ya?”
                  “Kalo terasa pasti copetnya gagal nyopet, dong.”

Suasana panik semakin bergelora. Seluruh isi tas dibongkar sampe kosong. Padahal, tanpa dibongkar juga sudah jelas kalo dompetnya benar-benar sudah nggak ada alias hilang alias raib. Mana mungkin dompetnya yang gede berubah jadi kecil, bukan?

foto: google image


Lalu….

Tangis bombay pecah.. nangis sambil ngutuk ngutuk dan maki-maki yang nyopet itu hal biasa. Maklum lah, yang hilang bukan hal sepele. Duit sekitar 1.5 jt, SIM A dan C, STNK, KTP, ATM (beberapa), Kartu kredit dan kartu-kartu penting lainnya. Intinya, kalo uang sih kita iklaskan saja(meski berat juga). Tapi, ngurus-ngurus kartu lainnya itu lho yang takes time dan wasting time.

Kemudian, tragedi itu gue posting di sosmed. Dan respon teman-teman beragam. Mereka mengira gue masih main “April Mop”. Mereka ketawa dan langsung nebak, “APRIL MOP ya…” Meski berkali-kali dijelasin kalo itu real dan bukan April Mop. Sampai akhirnya ucapan prihatin membanjirin halaman rumah.. eh, halaman sosmed gue.

Ya, begitulah, Tragedi di awal April 2018 yang memprihatinkan. Semoga, dengan musibah itu, gue dan bini bisa lebih iklas dan mudah-mudahan diberikan rezeki yang berlipat-lipat dari kehilangan itu…

AMIN….!!!
  

Comments

Popular posts from this blog

10 Pantai Indah Yang Wajib diKunjungi Saat Ke Sulawesi Selatan

Cerita tentang Seorang Ibu Tukang Pijat di Atas Kereta