TRAVELER DAN SAMPAH




            Kalau sudah membahas masalah SAMPAH, mungkin gue akan berdiri di posisi paling depan untuk menyuarakan STOP BUANG SAMPAH SEMBARANGAN. Karena, gue sangat anti sama orang yang seenaknya membuang sampah sembarangan.
Sebenarnya, orang yang suka membuang sampah sembarangan itu mencerminkan jati dirinya yang sesungguhnya (penjorok). Kenapa? Ya, Karena untuk menjaga keberihan saja tidak bisa. Dengan membuang sampah seenaknya saja sudah menandakan dia tidak aware akan lingkungan. Kebanyakan prinsip mereka,”Ah, cuma sampah kecil saja, kok.”
Nah, lo, kalo yang mengatakan,”Cuma sampah kecil” itu lebih dari 1000 orang/jam, sudah berapa tumpuk sampah kecil perharinya? Perminggu, perbulan dan pertahun? Akhirnya berawal dari kecil sehingga menjadi besar bukan?
Maka, gue tidak pernah sungkan menyuruh orang memungut sampahnya lagi, jika melihat orang buang sampah sembarangan di depan gue. Ya, meski ber-ending adu argument. Tapi, gue tetap kekeh agar dia tetap mengambil dan membuang sampah pada tempatnya. Jika tidak mau, ya dengan terpaksa sampah itu gue pungut dan gue masukkan ke dalam tasnya atau gue lemparkan ke wajahnya. Karena dengan cara baik-baik tidak mempan ya sekalian saja dengan cara demikian.
SAMPAH DI LAUT
sumber: google

Suatu kali, gue pergi traveling ke pulau dengan naik kapal. Di dalam kapal juga banyak para traveler yang ingin liburan ke pulau juga. Untuk membunuh kejenuhan, biasanya para penumpang melakukan aktivitas sesuai keinginan mereka. Ada yang main kartu, ada yang nyanyi-nyanyi, ada yang tiduran, ada yang baca dan ada juga yang ngemil-ngemil cantik.
Waktu itu, ada segerombolan traveler yang masih 20 omething gitu makan kuaci dan kacang. Lu tau sendiri dong, cemilan itu tentu akan meninggalkan sampah. Mana mungkin makan kacang dan kuaci sama kulit-kulitnya. Awalnya gue tidak peduli mereka mau makan kuaci sampe bibir dower, gue memilih tiduran sambal dengerin music.
Tapi, apa yang terjadi, selesai makan kuaci dan kacang, mereka membiarkan sampah kuaci dan kacang berserakan. Tidak ada rasa sungkan dan risih melihat sampah-sampah tersebut disekitar mereka. Apalagi saat itu kapal hendak berlabu. Dengan cueknya mereka menginjak-injak sampah kacang dan kuaci mereka. Orang-orang begini sering ngaku traveler tapi lupa bawa otak. Sehingga suka seenaknya. Maka, dengan sigap gue langsung menegur mereka.
            “Mas/mbak.. tuh sampah kuaci dan kacangnya…” Sambil nunjuk ke bawah.
            “Biarin saja, ntar juga dibersihin petugas kapal.” Jawab mereka anteng.
            “Emang yang makan kuaci dan kacang siapa?”
            “…….”
            “Kalo ngerasa makan, ya sampahnya dikumpulin. Tarok ditempat sampah. Kalo nggak ada tempat sampah bawa lagi masukin ke dalam tas. Kalo nemu tempat sampah baru buang. Gitu baru namanya traveler cerdas.”
Mereka diam dan saling pandang. Sesaat kemudian memungut sampah-sampah mereka.
            “Jangan pernah malu kalo merasa bersalah mas/mbak. Dan biasakan buang sampah pada tempatnya ya.” Lanjut gue.
Itu masih seagian kecil kasus yang sering gue hadapi saat traveling. Dan sedihnya, kebanyakan orang yang buang sampah itu yang sering ngaku-ngaku suka jalan. Suka pamer posting foto di sosmed. Tapi, kelakuan minus.
Coba bayangkan, berapa banyak sampah plastik yang dibuang ke laut? Pernah lihat di tv kan? Betapa menyedihkan ketika permukaan air laut dipenuhi genangan sampah (plastik).
Miris nggak?
Pernah membayangkan bagaimana nasib hewan-hewan yang ada di dalam laut? Mereka itu tersiksa lho. Bahkan, banyak yang mati gara-gara memakan sampah plastic dan juga banyak yang terjerat sampah yang berakibat kematian. Semua itu akibat ulah manusia. Polusi plastik yang terjadi di laut tentunya salah manusia. Kita harus mengakui kesalahan ini dengan bertanggung jawab atas apa yang terjadi.
Ayo, dimulai dari diri sendiri untuk mengurangi penggunaan wadah yang terbuat dari plastik dan beralih dengan menggunakan wadah yang ramah lingkungan. Ya, seperti botol minuman, wadah makanan, sendok dll. Tidak ada salahnya kan kalo kita bawa sendiri dari rumah dan bisa dipakai berkali-kali. Tanpa harus membeli dan membuangnya berkali-kali.
SAMPAH PLASTIK

Begitu juga ketika gue naik gunung, Wuihhhhhh, lagi-lagi tumpukan sampah palstik ada dimana-mana. Ngakunya pecinta alam tapi malah merusak alam dengan meninggalkan sampah seenaknya. Ya, namanya juga naik gunung, kita pasti bawa bekal makanan dan minuman dalam kemasan. Tapi, bukan berarti kalau bekal makanan yang sudah dimakan, sampahnya dibuang seenaknya. Ini gunung cuy! Bukan mall yang ada cleannings ervice-nya. Jaga kebersihan dari diri sendiri. Sampah yang elu bawa itu tanggung jawab lu sendiri. Bawa turun lagi itu sampah dan masukin ke dalam tas.
sumber: google

Come on, guys! Keep our earth clean. Our ocean, Our mother land, Mountain etc. mari sama-sama kita jaga kelestariannya.

KEBIASAAN SAAT TRAVELING VERSI GUE:
1.    Jika makan permen atau makanan yang ada bungkusnya, gue akan menyimpan sisa bungkus tersebut ke dalam saku atau tas sampai menemukan tempat sampah, lalu dibuang.
2.    Selalu membawa botol minuman dari rumah. Sebisa mungkin air mineral selalu dibawa ketimbang air minum berwarna atau bersoda. Itu demi kesehatan juga.
3.    Jika beli minuman dikasih sedotan, sedotannya gue kembaliin. Sebisa mungkin hindari menggunakan sedotan.
4.    Gue selalu membawa sendok,garpu dan pisau lipat (untuk camping). Tidak menggunakan sendok plastik yang habis pakai buang.
5.    Jika membeli makanan minuman di mini market, menolak pakai plastik. Langsung gue masukin ke dalam tas. Ayo, diet menggunakan plastik.
6.     



Comments

  1. diet plastik emang harus dimulai dari diri sendiri dan dibiasakan sesegera mungkin, kalau sekarang aq lagi usaha banget untuk nggak pakai sedotan plastik dan mengganti dengan sedotak dari besi yang bisa di cuci, jadi kemana-mana selain bawa tempat makan + sendok garpu, tas serba guna, botol minum sendiri juga bawa sedotan

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang harus dari diri kita sendiri. jgn tunggu esok atau lusa. start from now dan beri edukasi juga pada org2 sekitar kita.. biar bumi dan semua mahluk yg hidup di dunia ini bsa merasakan manfaatnya. klise but real.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

10 Pantai Indah Yang Wajib diKunjungi Saat Ke Sulawesi Selatan

TERNYATA PIJAT ++