YUK, MELIHAT WAJAH BARU LAPANGAN BANTENG


foto by very barus


Meski tinggal di ibukota Jakarta, bukan berarti semua tempat-tempat ikonik di ibukota sering dikunjungi. Bahkan, Monas sekali pun, yang menjadi ikon kebanggan ibukota, jarang gue kunjungi. Kalau pun melintai, cuma sekedar lirik-liirik manja saja.
Banyak factor kenapa itu bisa terjadi. Salah satunya factor macet yang luar biasa, juga panasnya kota Jakarta yang bikin keringat mengucur dari dalam tubuh kayak ketumbahan air bah. Makanya, cari yang adem saja deh.. alias nge-mall.

Seperti halnya dengan Lapangan Banteng. Sejak menginjakkan kaki di ibukota, mungkin gue pernah ke Lapangan Banteng hanya 1 atau 2kali saja. Itu juga cuma melintas doing. Karena, konon katanya, kawasan itu cukup tidak nyaman dan banyak kriminalitas terjadi disana. Ya, lagi-lagi, cari aman saja deh. Nggak usah cari masalah mengunjungi tempat-tempat yang membahayakan diri sendiri.



Tapi, setelah sekian tahun dan tidak pernah peduli dengan informasi perubahan yang terjadi, Suatu kali, gue dikagetkan dengan beberapa postingan orang tentang Lapangan Banteng. Anjrittt, tempatnya jadi keren bangettttt!!!

Lapangan Banteng yang imagenya dulu cukup jelek berubah menjadi sarana ruang publik yang sangat kece. Konon katanya lapangan yang dulu bernama Waterlooplein sangat instagramable deh.


Karena rasa penasaran yang begitu besar, gue pun menginjakkan kaki ke  lapangan dengan Patung ikoniknya, Patung Pembebasan Irian Barat, Minggu lalu. Kawasan dengan luas mencapai 5.2 hektar itu benar-benar membuang gue speechless. Gimana tidak, kawasan yang dulu kumuh dan gelap, kini benar-benar mempercantik diri. Saat gue tiba di lokasi, gue langsung mengabadikannya di depan pintu masuk dengan hamparan rumput nan hijau berlatar belakang patung nan gagah itu. Mirip dengan Central Park-nya Newyork. (ress banget ya, padahal belum pernah ke Newyork).

Sejauh kaki melangkah menuju ke dalam area, gue tersenyum bahagia. Kenapa, karena bertambah lagi sarana public untuk bisa berkumpul, bermain dan juga bercengkrama dengan teman-teman, keluarga atau juga sarana untuk berolahraga. Karena, cukup banyak juga orang yang datang untuk sekedar berolaraga. Tidak lupa foto-foto tentunya. Karena backgroundnya kece. Sayang kalau tidak diabadikan dan di posting di social media.

Lapangan Banteng ini lokasinya benar-benar sangat strategis. Berada diapit oleh bangunan yang lagi-lagi ikonik, yaitu Masjid Istiqlal dan gereja Katedral. Dua bangunan itu saja sudah kece ditambah lagi dengan wajah baru Lapangan BAnteng. Ketika gue mengabadikan Patung Pembebasan Irian Barat, eh, ternyata latar belakanganya terlihat dengan jelas Gereja KAtedral dan Masjid IStiqlal. Kece bukan?

 ADA 3 ZONA

Taman Lapangan Banteng yang diperkece ini sengaja dibangun dengan menggunakan konsep tiga zona. Yaitu, ada Zona Monumen Pembebasan Irian Barat, ada zona untuk olahraga, dan terakhir Zona  taman. Pada Zona Monumen, disekitar monument dibuat Amphiteater dengan kolam pantul. Arena ini salah satu lokasi yang sangat instagramable. Selain itu, arena ini sangat luas lho.
Sedangkan Zona taman, jelas ditanami beraneka macam bunga untuk mepercantik kawasan ini. Dan zona olahraga sangat dianjurkan berolaraga disinid eh. Selain tempatnya bebas polusi juga bersih.


PATUNG SINGA
foto by: very barus


KAlau mengulik kisah sejarah lokasi Lapangan Banteng ini, konon katanya, sebelum berdiri kokoh patung Pria gagah yang menjadi lambing Lapangan Banteng, dulu, pernah ada patung singa di lapangan tersebut. Tapi, entah kenapa patung tersebut diganti, kita harus mencari tahu dengan menanyak ke mbah google.

Juga, konon katanya lagi, kawasan ini sempat beberapa kali berganti nama. Pada era kolonial Belanda, lapangan ini bernama "Waterlooplein". Namun, pada masa itu, lapangan ini lebih dikenal dengan sebutan Lapangan Singa. Nama itu dipilih karena dahulu di tengahnya terpancang tugu peringatan kemenangan pertempuran Waterloo, dengan patung singa di atasnya.

DULU TERMINAL
foto by: very Barus

LApangan Banteng ini memang dulunya sempat di “anak tiri” kan. Karena sering berubah-ubah fungsi. Bahkan, dulu, lapangan ini sempat menjadi Terminal angkutan umum yang melayani berbagai trayek di Jakarta. Ya, sebut saja seperti trayek Cililitan, Blok M, Priok, dan Grogol dengan bus asal Bulgaria bernama Robur.

KENAPA LAPANGAN BANTENG?
foto by: very Barus

Karena, Banteng itu merupakan simbol semangat nasionalis. Maka, sebutan Lapangan Banteng tercetus saat Indonesia merdeka. Namun, sebelumnya tugu singa sudah diruntuhkan saat Jepang menjajah Tanah Air. Pertimbangan pergantian nama juga ada banyak versi, pertama karena dulunya di lapangan ini masih banyak ditemui satwa liar, mulai dari kijang, macan, dan juga banteng. Tapi, ada juga versi yang menyebutkan bahwa sejak era Belanda, kawasan ini sudah disebut "Buffelsfeld" ( Lapangan Banteng). Alasannya, karena banyak ditemui kubangan besar penuh air bekas galian tanah untuk membuat batu bata. Nah, kubangan tersebut kerap dijadikan lapak bermain kerbau.

Trikora dan pembebasan Irian Barat Asal muasal patung bertubuh kekar yang sejak 17 Agustus 1963 berdiri tegak di tengah Lapangan Banteng hingga kini, tidak lepas dari sejarah Trikora. Trikora, atau Tri Komando Rakyat, adalah nama operasi yang dikumandangkan Presiden Soekarno di Yogyakarta, untuk membebaskan Irian Barat dari tangan Belanda. Ide pembuatan patung yang terbuat dari perunggu dan memiliki bobot hingga delapan ton tersebut divisualisasi oleh Henk Ngantung, dalam bentuk sketsa. Sketsa itu mengilustrasikan seseorang yang telah bebas dari penjajahan dan diterjemahkan melalui rantai serta borgol pada patung tersebut.

Edhi Sunarso adalah seorang maestro yang membuat patung Pria bertubuh kekar itu. Sang Maestro juga orang yang membuat patung Tugu Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia. Untuk proses pengerjaan patung tersebut buuh waktu selama 12 bulan lho.

foto: very Barus
Foto by: Very Barus


PESAN MORALNYA:
1.     Yuk, sama-sama kita jaga kebersihannya.
2.     Jangan buang smapah sembarangan.
3.     Jaga keamanan dan kenyamanan.
4.     Jangan merusak fasilitas yang ada.
5.     Juga jangan Vandalisme!

Jika penasaran akan ke-keceannya, silahkan datang kesini. GRATIS!



Comments

  1. aq sudah kesini sekalian lihat flona 2018, arena mainan anaknya bagus dan banyak, pertunjukkan air mancurnya juga oke banget... oiya petugas keamanan juga stand by untuk mengingatkan pengunjung agar tidak menginjak area rumput yang cukup luas yang ada di depan patung

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya.. saya suka tempat ini... semoga tetap teraat dgn baik ya... krn bersih itu indah ...

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

10 Pantai Indah Yang Wajib diKunjungi Saat Ke Sulawesi Selatan

TERNYATA PIJAT ++