HIDUP SEHAT ITU INVESTASI #AKSISEHATCERIA




            Biasanya, orang akan sadar arti kesehatan setelah dia mengalami sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan. Ya, misalkan terserang penyakit dan dilarikan ke rumah sakit. Sudah bisa dipastikan, sakit itu identik dengan rumahsakit, dokter dan obat-obatan. Semua itu membutuh biaya yang cukup besar. Belum lagi waktu kita habis hanya untuk kontrol kesehatan pasca sakit. 

Begitu juga dengan saya. Dulu, saya cukup dikenal dengan julukan si manusia super cuek dengan kesehatan. Semua yang saya lakukan cenderung semau gue. Tidak pernah memperdulikan apa yang saya makan dan minum itu sehat. Dulu, saya begitu menjunjung tinggi gaya hidup tidak sehat alias manusia hedon. Suka bedagang, suka clubbing, suka merokok, suka nongkrong di kafe, suka minum alkohol. Ditambah lingkungan pergaulan yang mendukung dan sama-sama tidak peduli dengan kesehatan. (kalau ingat! Masa-masa itu saya jadi malu.)

Sampai pada suatu hari, ketika sedang liburan ke Singapura bersama teman-teman, saya mengalami sesak nafas yang sangat menyiksa. Seumur-umur saya belum pernah mengalami sakit seperti ini. Bayangkan, untuk menarik satu tarikan nafas saja rasanya sulitttttt banget. Butuh perjuangan. Bahkan, saya nyaris tidak bisa bernafas plong. Kalau pun menarik nafas pasti hasilnya menggantung. Ya, Tuhan, ada apa dengan diri ini? 

Setelah mengalami sesak nafas, tiba-tiba penyakit yang lainnya menyerang. Badan mulai lemas dan panas dingin ditambah batuk-batuk yang menyiksa. Kepanikan sempat melanda pikiran. Kenapa tiba-tiba penyakit-penyakit ini datang disaat saya ingin hedon di negara orang? 
Anehnya, meski diserang penyakit, saya justru enggan pergi ke dokter atau rumah sakit. Selain malu takut dibilang cemen, saya juga takut dengan prosedurnya yang akan berbelit-belit. Plus, rasa takut karena  biaya yang pasti hitungan dolar. Saya memilih beristirahat di kamar hotel sambal berharap liburan cepat usai dan saya bisa kembali ke Indonesia. Untungnya, kejadian itu sehari sebelum saya kembali ke Indonesia.

Tapi, meski nafas sudah nyesak, badan lemas, batuk dan panas dingin, saya masih juga merokok. Saya berfikir, mungkin dengan menghisap rokok, nafas saya bisa normal kembali. Eh, ternyata makin nyesak. Oiya, kalau itu saya tergolong perokok aktif dan sangat kuat merokok. Saya lihat di tas masih ada 1 slop rokok tersisa (10 bungkus). Jujur, saya akui kalau saya perokok berat. Dalam sehari minimal saya menghabiskan dua bungkus rokok.  Saya berjuang menahan sesak nafas dengan membeli oksigen untuk saya hirup sampai saya bisa kembali ke Jakarta. Itu pun tidak membantu 100 persen.

Di hotel saya hanya bisa berdoa dan berharap agar penyakit ini tidak membunuh saya. Saya sempat berfikir, Gila ya ternyata untuk menarik satu tarikan nafas itu ternyata blessing yang sangat berharga. Selama ini, kita menganggap bernafas itu hal yang lumrah bagi manusia yang hidup. Tapi, kita tidak pernah membayangkan bagaimana tersiksanya orang yang susah bernafas disebabkan penyakit.

Sesak nafas ini seolah-olah menyadarkan saya bahwa,”Sehat itu mahal, lho! Kamu jangan main-main dengan kesehatan.” Selama ini saya begitu cuek dengan kesehatan. Saya merasa tubuh saya sudah cukup kuat melawan penyakit. Sehingga saya mengabaikan yang namanya kesehatan dengan menjalankan pola hidup yang sangat tidak sehat seperti yang saya jelaskan di atas.  Ternyata saya keliru, baru diserang satu penyakit saja, saya hampir K.O!  
Saya berdoa dan berjanji dalam hati plus kucuran airmata, jika saya masih bisa kembali ke Indonesia dengan selamat, maka, saya akan berhenti merokok dan menjalani pola hidup sehat.

Puji Tuhan, saya tiba di Jakarta dengan selamat. Saya langsung memegang teguh janji saya dengan membuang semua rokok yang ada di dalam tas. Saya remuk-remuk semua bungkus rokok dengan wajah penuh emosi. Karena saya yakin, ini salah satu penyebab penyakit itu datang. Dari bandara Soetta, bukannya langsung pulang ke rumah, saya justru  langsung dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Dan, hasilnya saya kena radang paru-paru. Bahkan, hasil rotgen-nya juga membuat saya drop!

Dokter menganjurkan saya untuk istirahat sambal memberi beberapa obat yang harus diminum. Dokter juga berpesan agar saya menghetikan kebiasaan merokok. Saya menjawab,” Mulai hari ini saya akan berhenti merokok,dok.”

Welcome to Healthy life….  


Tahun 2004,  merupakan cikal bakal saya merubah gaya hidup saya dari yang tidak sehat menjadi gaya hidup sehat ceria. Sejak 2004 saya memutuskan berhenti merokok, dan hingga sekarang tidak pernah sedikit pun ada keinginan untuk mencoba merokok lagi. Thank God! Komitmen saya untuk merubah pola hidup itu benar-benar kuat. Mungkin dikarenakan saya telah diberi “sentilan” oleh Tuhan untuk menjaga “asset” yangs udah diberikanNya kepada saya. Ternyata asset yang paling berharga itu adalah kesehatan. Investasi jangka panjang dan berlaku seumur hidup kita.

Tapi, sejak berhenti merokok, berat badan saya naik drahtis. Dari yang 75 kg naik hingga 90 kg. Oiya, tingga badan saya 175 cm. peralihan dari suka merokok beralih ke cemilan. Saya jadi begitu doyan ngemil. Cemilan yang saya makan juga sangat tidak sehat. Wah, berat badan bertambah juga bisa menimbulan penyakit  baru nih!

Lalu, saya pun mulai komitmen berolahraga. Saya yang dulunya tidak suka olahraga mencoba untuk mencintainya dengan cara melakukan olahraga yang kita sukai. Saya suka jogging dan berenang. Maka kedua olahraga itu sering saya lakukan. Dalam seminggu saya bisa 3 kali pergi ke arena jogging atau berenang. Selain berolahraga, saya juga membatasi ngemil. Saya mengganti menu ngemil saya dari snack dalam kemasan menjadi buah. Setiap hari harus ada buah di rumah. Mulai dari pisang, apel, pir, papaya dan buah-buahan lainnya. Semua saya mix dan kombinasikan dengan buah yang mengundang selera.

Dan, terbukti. Dalam beberapa bulan berat badan turun drahtis. Semua berkat olahraga dan mengganti pola makan (ngemil). Sekarang, saya sudah terlepas dari yang namanya pola hidup tidak sehat. Sudah terlepas dari kehidupan malam. Tidak pernah dugem, tidak pernah minum alcohol, tidak pernah begadang (nongkrong di kafe sampe pagi), juga menjaga pola makan. Tidak semua makanan dan minuman bisa masuk ke dalam mulut saya. Semua harus lolos seleksi. No soda, no alcohol juga no junk food.

Setelah berhenti merokok dan menjalani pola hidup sehat, saya merasakan hidup saya benar-benar berubah drahtis. Tubuh cukup fit. Kulit kencang dan  tidak gampang lelah. Saya juga jarang sakit.  Nafas tidak bau rokok lagi (dan sekarang anti sama perokok).

Berikut Pola Hidup Sehat yang Saya Lakukan:


1.     Olahraga Jogging seminggu 3 kali.

2.     Menjaga pola makan. Memilih makanan yang sehat dan menghindari junk food.

3.     Melakukan hobi Naik gunung bersama komunitas pecinta alam. Naik gunung juga melatih otot tubuh kita agar tetap sehat lho.

4.     Rajin donor darah wajib dilakukan. Dalam setahun, jika fisik sehat, saya bisa melakukan donor darah  2 kali. Karena saya menyadari, dengan mendonorkan sebagian darah yang kita miliki, kita sudah membantu nyawa orang yang sedang membutuhkannya. donor darah juga sangat banyak manfaatnya untuk kesehatan. Manfaat donor darah ada disini

5.     Rajin konsultasi ke dokter. Jangan datang ke dokter saat kita mulai terserang penyakit yang parah. Tidak ada salahnya juga kita rajin konsultasi ke dokter doktersehat. banyak informasi yang kita dapatkan soal kesehatan dan hidup sehat. Semua itu sangat bermanfaat bagi kita.  


Ayo, jaga asset berhargamu dengan menjalankan pola hidup sehat dengan #aksisehatceria.

Artikel ini saya ikut sertakan dalam mengikuti Lomba Blog #AksiSehatCeria yang diselenggarakan oleh DokterSehat.





Comments

  1. Kesehatan memang sering diabaikan oleh sebagian orang. Begitu sakit, barulah mereka sadar bahwa kesehatan merupakan harta yang paling berharga. Nice info bg.

    By the way, Alfie sulit jalani pola hidup sehat nomor empat. Donor darah. Setiap mau mendonorkan darah, selalu gagal dan tidak memenuhi persyaratan. Sayang banget.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

10 Pantai Indah Yang Wajib diKunjungi Saat Ke Sulawesi Selatan

TERNYATA PIJAT ++