FINALLY, KESAMPAIAN JUGA MENDAKI GUNUNG SEMERU DI AKHIR TAHUN 2018




            Sebenarnya keinginan untuk mendaki Gunung Semeru sudah cukup lama ada dalam bucket list gue. Ya, mungkin ada sejak 5 atau 6 tahun lalu. Tapi, entah kenapa keingian itu selalu gagal dan gagal. Padahal Semeru itu masih satu wilayah dengan Gunung Bromo. Bahkan mereka masuk dalam jajaran TNBTS (Naman Nasional Bromo Tengger Semeru). Bahkan, gue sudah beberapa kali menginjakkan kaki ke Gunung Bromo, lagi-lagi saat hendak ke Semeru selalu gagal.

Sampai pada akhir 2018 lalu, entah kenapa muncul niat untuk mengakhir tahun 2018 di Gunung. Ya, meski saat ke Semeru kemaren tidak benar-benar di penghujung akhir tahun. (meski gue berharap di akhir tahun TENG!).

Sempat nanya teman-teman yang suka adventure untuk naik gunung tapi kebanyakan dari mereka sudah punya agenda masing-masing. Ada juga yang menolak dengan alasan, musim hujan. Cuaca jelek dan sebagainya. Basi banget jawaban-jawaban seperti ini. Kalo memang nggak pengen langsung to the point bilang, ”Sorry, gue lagi nggak pengen naik gunung.” tanpa menyalahkan alam dan sebagainya.



Akhirnya, gue iseng nyari Open trip akhir tahun di Instagram. Dan nemulah salah satu jasa Open trip yang gue piker professional (ternyata B alias Biasa) Setelah nanya-nanya, akhirnya sepakat meeting pointnya di Malang. Naik ke Semeru tanggal 27 Desember 2018. Gue berangkat ke Malang tgl 25 Desember (dan, gue merayakan Natal di dalam bis. Demi naik Gunung.)

Tanggal 26 Desember,  pagi sekitar jam 5,  gue tiba di Terminal Arjosari Malang. Kemudian gue langsung  lanjut naik angkot ke Posko yang berlokasi di Tumpang (Jaraknya sekitar 1 jam-an gitu deh dari terminal Bus Malang). Lagi-lagi si Jasa OT tidak mau rugi untuk menjemput ke terminal sesuai kesepakatan katanya menjemput di terminal. Eh, malah nyuruh naik angkot ke Basecamp. (Modal dikit cuy. Jangan cuma mau nerima duit doang!)  Nyampe di Basecamp, nginap satu malam di BC nunggu rombongan lain yang juga datang ke BC malam harinya.

27 DESEMBER

Gue dan rombongan yang ikut open trip ada sekitar 18 orang (atau lebih, nggak ingat pasti), berangkat ke Ranu Pani untuk memulai trekking ke Semeru.  Sekitar jam 5 Sore kami mulai masuk ke pintu gerbang TNBTS. Berjalan perlahan-lahan bersama teman-teman baru yang ternyata seru dan asyik-asyik. Jujur, keberadaan mereka juga lah yang membuat gue mengabaikan “kecacatan” jasa OT. Kami berjalan saling ngasih semangat. Berhenti dari satu pos ke pos berikutnya. Makan buah semangka, makan cemilan dan berbagi makanan lainnya. Hingga hari mulai gelap, kami tetap melanjutkan perjalanan hingga Ranu Kumbolo di kektinggilan 2.400 mdpl.




TIBA DI RANU KUMBOLO



Tiba di Danau Ranu Kumbolo sekitar pukul 8 malam lewat banyak gitu deh. Yang jelas hari sudah gelap banget. Untung ada head lamp dikepala. Oiya, head lamp gue sempat bermasalah, tiba-tiba baterenya lompat gitu dikegelapan. Pokoknya pas di pertengahan jalan nan gelap gulita. Sempat muncul juga sih rasa serem dan takut saat melintasi jembatan merah yang katanya angker. Karena, saat hendak melintasi jembatan, gue melihat sosok putih tinggi banget. Katanya disitu ada pocong. Apakah yang putih tinggi itu pocong? Maybe! Karena, saat melihat gue langsung baca-baca doa dan si putih tinggi itu hilang saja gitu kayak asap.

Nyampe Ranu Kumbolo langsung masuk tenda untuk emnghangatkan badan sambil mennunggu makana malam yang sangat seadanya. (Jujur, sepanjang trip Semeru ini, gue sangat kecewa di urusan makan. Pihak OT ini bener2 nggak mikir apa ya? Menu makanan kok itu-itu mulu? Mau nyari untung gede sehingga nggak mikir makanan yang mereka suguhkan itu enak atau tidak. Bagi gue sangat tidak enak dan tidak layak! Apalagi untuk trekking dan udara dingin.)


Kalau ditanya apakah melelahkan? Jelas sangat melelahkan. Tapi, semuanya terbayarkan dengan kebersamaan, keceriaan dengan teman-teman seperjalanan. Ditambah lagi View Danau Ranu Kumbolo di pagi hari (karena, saat tiba di Ranu Kumbolo malam hari, jadi tidak bisa melihat keindahannya). 

Sepanjang pagi hingga jam 10 pagi, gue dan teman-teman menikmati keindahan danau Ranu dengan foto-foto buat video dan ngobrol-ngobrol di pinggir Danau. Rasanya betah banget berlama-lama di danau ini. Adem, jiwa tenang dan juga pikiran juga ikutan tenang.

LANJUT KE KALIMATI    


Jam 10 pagi, trekking dilanjutkan ke dataran yang lebih tinggi lagi. Kalau danau Ranu Kumbolo berada di ketinggian 2400 mdpl, kami melanjutkan ke Kali Mati di ketinggialn 2700 Mdpl. Trekking melintasi jalan yang tidak kalah terjal dan melelahkan. Namun, semua bisa dilalui karena kebersamaan dan juga saling canda tawa. Kelelahan pun terabaikan hingga kaki yang sudah gontai bisa mencapai Kalimati. Tidak terasa 4 jam perjalanan yang teramat lelah, membuat kami ingin berleha-leha di tenda.

Tiba di Kalimati sekitar jam 2 siang. Kami memilih beristirahat sejenak menunggu makan siang yang sangat terlambat.(lagi-lagi menu yang dihidangkan tidak menggugah selera). Untung saja, ada rombongan yang bawa makanan yang bisa bikin nafsu makan bertambah. Kalau nggak, ya, wassalam deh.  Di dalam tenda, gue dan teman-teman juga saling berbagi dan tukar makanan dan cemilan. Itulah enaknya punya teman satu perjalanan yang bisa saling mengerti. Tidak ada yang merasa paling hebat dan paling kuat. Semua sama.



Menjelang sore, gue ngajak teman-teman ngider Kalimati sambil foto-foto. Gue yang demen moto mengabadikan mereka satu persatu sampai mereka benar-benar puas. Bagi gue, membuat teman seperjalanan punya foto kenangan itu cukup puas. Apalagi foto-fotonya dianggap bagus dan disukai mereka.

NGINAP DI KALIMATI


Kalimati adalah puncak tertinggi yang diizinkan oleh pihak pengawas Gunung Semeru dan sekitarnya untuk mendirikan tenda. Sebenarnya, untuk mendaki puncak Semeru tidak lah diizinkan dan tidak lagi menjadi tanggung jawab pihak keamanan Semeru. Hanya saja, banyak yang pengen menggapai puncak tertinggi pulau Jawa itu. Termasuk gue. Maka, gue dan ketika teman satu tenda sepakai akan mendaki puncaknya di tengah malam.
Untuk mengisi stamina, kami tidur lebih cepat, karena, jam 12 malam akan memulai trekking ke puncak.

Jam 8 malam hujan turun dengan derasnya. Ditambah angin yang tidak kalah kencangnya. Sangkin kencangnya, tend ahampir terbawa angina. Untung saja penyangahnya kokoh sehingga tenda tidak terbang. Keraguan untuk mendaki mulai muncul. Gue nggak mau juga memaksakan diri muncak demi sebuah pengakuan. Apalagi, saat briefing jam 12 malam, dikabarkan kabut sangat tebal. Hujan juga masih turun rintik-rintik. Kabut tebal terkadang membuat jarak pandang sangat pendek. Makanya, banyak kasus pendaki hilang dan nyasar gara-gara kabut tebal yang menghalangi pandangan mereka. Ditambah lagi hal-hal mistis yang ada di alam Kalimati hingga mencapai puncak Semeru.

Meski muncul keraguan, niat untuk muncak masih ada. Akhirnya, setelah hujan mulai reda, gue dan tiga teman dan tiga pendamping memulai pendakian beserta rombongan lain yang malam itu juga ikut muncak. Perlahan demi perjalan kami mengarungi jalan terjal nan gelap gulita.

PENAMPAKAN


Sebenarnya, sejak di shelter Kalimati, gue sudah melihat sosok hitam tinggi besar ada di dekat pintu masuk ke shelter. Tepatnya dekat pohon yang dikasih kain putih. Tapi, sosok tersebut berdiri memandang gitu saja. Gue nyuekin saja tuh sosok. Gue piker, ngapain juga diladeni. Sampai akhirnya, gue dan teman-teman mendaki, dihutan-hutan, gue juga melihat sosok putih-putih terbang hingga di dekat pohon yang tumbang. Lagi-lagi gue cuekin. Dan, sepanjang pendakian, ditelinga gue banyak sekali terdengar suara bisikan-bisikan. Sesekali gue lirik ke kanan kiri gue tidak ada siapa-siapa. Tapi bisikan itu sangat mengganggu.

Hingga satu jam trekking, gue kembali melihat sosok  persis kayak manusia, botak, tingginya sama persis kayak tinggi manusia, tapi tidak mengenakan apa-apa alias telanjang. Gue yakin itu bukan manusia. Karena gerakannya cepat banget.

Lama-lama gue mikir, ini sepertinya pertanda buruk, karena sepanjang hendak mendaki gue selalu diikuti mahluk-mahluk kasat mata. Maka, gue memutuskan tidak melanjutkan pendakian dan memilih turun. Bersama satu pendamping, kami turun kembali ke KALIMATI. Dan, sepanjang perjalanan turun ke bawah, lagi-lagi gue melihat banyak sekali penampakan. Mulai dari sosok laki-laki botak tak berbusana hingga segerombolan laki-laki berpakaian putih-putih berdiri pas di persimpangan jalan (jalan bercabang).
            “Kita kemana nih? Kiri atau kanan?” tanya gue pada pendamping. Karena, di sebelah kanan gue lihat ada segerombolan orang berpakaian putih-putih. Gue pikir arahnya kesana. Tapi untuk si pendamping gue bilang, “kiri. Jangan ke kanan, kita ke kiri…”
Gue langsung belok kiri. Dan pas belok kiri, gue menoleh ke kanan ke segerombolan orang-orang tersebut ternyata sudah tidak ada lagi. Hilang.

Gue sempat mikir, jangan-jangan mahluk-mahluk itu pengen membawa kami nyasar kali ya. Gue teringat kisah pendaki-pendaki nyasar mungkin mereka diarahkan oleh mahluk ghaib yang sekilas mirip manusia. (Saran gue kalau mendaki mending bareng sama orang yang sudah faham medannnya).

Malam itu rasnaya kok jauh banget ya jalan menuju turun. Padahal seingat gue kami jalan tidak terlalu tinggi. Bahkan, sepanjang jalan turun, kami nyaris tidak berpapasan dengan orang yang hendak naik. Gue sempat khawatir, apakah kami nyasar atau tidak. Dan, sangkin senyapnya, gue takut juga pendamping gue sudah nggak ada lagi di belakang gue. Akhirnya gue ajak ngobrol saja deh. Entah ngobrol apa saja asal gue masih mendengar dia bersuara di belakang gue.

Sampai akhirnya, kami berpapasan dengan rombongan yang sebelumnya kami jumpai waktu hendak naik. Anehnya, mereka kok lama banget turun. Padahal saat kami naik, mereka jalan menuju turun. Waktu itu salah satu teman mereka kakinya terkilir dan mereka memutuskan tidak muncak bersama-sama (ini nih, yang patut ditiru. Kebersamaan di utamakan. Jangan Ego!).

Kemudian, kami juga berpapasan dengan orang yang hendak muncak dan nggak lama, gue melihat cahaya lampu dari tenda-tenda. Dan, Thank God, kami tiba di Kalimati dengan kondisi udara sangat lembab karena hujan terus turun dengan gerimisnya.

Rain coat yang gue pakai pun ikut basah membuat baan gue ikut basah. Untung teman membantu mengambil sleeping bag gue di tenda yang ternyata sebagain kena hujan juga. Subuh itu, gue dan beberapa rombongan memilih beristirahat di shelter sambil menunggu pagi dan hujan reda.

AND, FINALLY…



Dan, akhirnya, bucket list gue ke SEMERU terpecahkan juga dipenghujung 2018. Jujur, gue sangat penyukai Ranu Kumbolo ketimbang harus muncak. Gue menemukan peaceful disitu. Oneday, gue pengen datang lagi bersama teman-teman dan nenda Ranu selama dua hari. Menikmati keheningan, kedamaian dan juga ketentraman.

Gue juga berterimakasih ke teman-teman baru gue yang seakan sudah kenal lama. Mereka membuat sepanjang perjalanan sangat berkesan. Thank you, guys! You are so amazing! Semoga, oneday, kita bisa trip bareng lagi ya….

PESAN MORAL



Pelajaran yang patut dipetik dari pendakian ini:

1.     Jangan pernah menantang alam.
2.     Jangan pernah bermabisi menaklukkan puncak gunung. Yg perlu kamu tahlukkan adalah EGO kamu. Karena, tujuan kamu muncak untuk apa? Untuk pamer kekuatan bisa sampe puncak? Ingat nyawa yg utama. JIka memang yakin kuat Goa head. Tapi tetap waspada. Jaga diri dan keselamatan.
3.     Jangan peranh merasa hebat karena alam tidak pernah membutuhkan orang yang sok hebat. Bersahabatlah dengan alam.
4.     Jangan pernah nekad jalan sendirian. Alam bebas juga punya kebebasan melakukan hal-hal diluar jangkauan manusia.
5.     Pilihlah teman naik gunung yang asyik dan mau berbagi.
6.     Pilih jasa Open Trip yang mengutamakan memperhatikan kesehatan, stamina dan juga isi perut anda. Jangan langsung percaya dengan janji-janji manis di Instagram soal jasa OT. Tanyakan kebenarannya. Terutama soal logistik. Kalau menu cuma TELOR, TAHU TEMPE, langsung SKIP. Orang tersebut hanya ngejar materi doang.  Bukan pebisnis yang pinter. Kalau otaknya otak bisnis, maka dia akan menjaga kredibilitasnya pada klien barunya dengan memberikan pelayanan yang baik. Baik dari segi servis dan logistik. Di dunai jasa (travel/agent atau apalag) yang paling diperhatikan adalah service. Jika service anda baik, maka, percayalah, jasa anda akan terus diingat dan akan dipakai terus. Ingat, bisnis itu harus long term bukan short term. Secara persaingan bisnis banyak.  
7.     Bawalah stok makanan pribadi untuk menjaga kalau-kalau makanan yang disuguhkan tidak membuat anda selera. BAnyak makanan dalam kemasan yang siap dimakan.




Comments

  1. Assalamualaikum wr wb. Saya Sangat berterimah kasih kepada Kyai Anom Jagat berkat semua bantuan yg diberikan saya sdh buka usaha dan memiliki beberapa Restoran ternama di Surabaya mengatakan ”Saya dulu seperti orang gila, bahkan hendak bunuh diri, usaha saya ditipu sahabat karib dan membawa lari semua uang saya. Saya pun harus menanggung hutang supplier dari usaha kontraktor yang dibawa lari teman saya. Kesana kemari minta bantuan gak ada yang nolong. Bahkan saya sudah keliling Indonesia untuk mendapatkan atau mencari pinjaman dan dana gaib, tapi untung di ujung keputus asa’an saya bertemu dgn Kyai Anom Jagat yang dikenalkan oleh adik ipar saya, akhirnya bliau menawarkan bantuan Dana Gaib tanpa tumbal/resiko diawal ataupun akhir dan dari golongan putih.setelah persyaratanya dilengkapi dan ritual selesai, MENGEJUTKAN !!!, saya mendapatkan dana gaib sebesar 700jt dihadapan saya. ATAU Anda Mau sperti sya silakan anda tlp Kyai Anom Jagat Di No 0852-4466-8151

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

TERNYATA PIJAT ++